BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN
Sejak tahun 2014 Perusahaan Krenyes membuat suatu produk yang
berbasis di kelautan yaitu SOTONG GURIH
karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar luas wilayahnya
merupakan perairan. Sotong merupakan salah satu hasil perikanan yang banyak dihasilkan di Indonesia dan merupakan
sumber protein hewani yang banyak
dikonsumsi masyarakat. Sotong mudah didapat dengan harga yang relatif murah
sehingga dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kandungan protein yang tinggi pada ikan dan kadar lemak
yang rendah sangat bermanfaat bagi
kesehatan tubuh manusia. Karena manfaat yang tinggi tersebut banyak orang
mengkonsumsi Sotong.
Proses tersebut usaha peningkatan produksi perikanan akan
menjadi sia-sia karena tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Pada dasarnya usaha
pengawaetan ini adalah untuk mengurangi kadar air yang tinggi di tubuh ikan.
Terdapat bermacam-macam usaha pengawetan Sotong dari usaha tradisional sampai
usaha modern. Usaha pengawetan Sotong dilakukan melalui penggaraman, pengeringan, pemindangan,
perasapan, dan peragian. Hasil dari usaha-usaha pengawetan tersebut sangat
tergantung 'proses pengawetannya. Untuk
mendapatkan mutu terbaik dari proses awetan ikan dapat dilakukan dengan menjaga
kebersihan bahan dan alat digunakan, termasuk ikan yang benar-benar masih segar
dan garam yang bersih. Usaha pengawetan Sotong tidak hanya sebatas pada
pengolahan menjadi lauk yang masih berbentuk sotong tetapi juga pengolahan
menjadi bentuk lain setelah dicampur dengan bahan-bahan lain.
1. LATAR
BELAKANG PRODUK SOTONG GURIH
Sebagai
salah satu provinsi kepulauan, Kepualauan Riau terdiri atas 96% lautan. Kondisi ini sangat mendukung bagi
pengembangan usaha budidaya perikanan mulai usaha pembenihan sampai pemanfaatan
teknologi budidaya maupun penangkapan.
Cumi-cumi
merupakan salah satu dari hasil perikanan yang banyak di Tanjungpinang. Di
Indonesia, cumi-cumi dikenal dengan beberapa istilah, seperti enus, nus,
sotong, atau sontong bunga. Cumi-cumi merupakan salah satu jenis hewan laut
yang banyak diminati masyarakat, terutama penggemar seafood dan chinese food.
Di pasaran, cumi-cumi umumnya dijual dalam dua bentuk utama, segar dan kering
asin.
Ditinjau
dari nilai gizi, cumi-cumi memiliki kandungan gizi yang luar biasa karena
kandungan proteinnya cukup tinggi, yaitu
17.9 g/100 cumi segar. Daging cumi-cumi memiliki kelebihan dibanding hasil laut
lain, yaitu tidak ada tulang belakang, mudah dicerna, memiliki rasa dan aroma
yang khas, serta mengandung semua jenis asam amino esensial yang diperlukan
oleh tubuh dan asam amino nonesensial.
Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang wisata dari
mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Jumlah wisatawan asing yang datang
berkunjung mencapai 1,5 juta orang pada tahun 2005.
Objek wisata di Provinsi Kepulauan Riau antara lain
adalah wisata pantai yang terletak diberbagai kabupaten dan kota. Pantai Melur,
Pulau Abang, dan Pantai Nongsa di kota Batam, Pantai Pelawan di Karimun, Pantai
Lagoi, Pantai Tanjung Berakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di
Kabupaten Bintan.
Selain itu, di Tanjungpinang terdapat Pulau Penyengat
sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat masjid bersejarah dan
makam-makam Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji yang dulunya merupakan
pahlawan nasional yang sering dikunjungi turis-turis.
Mengapa memilih “Sotong Kriuk”?
Sotong atau yang lebih dikenal sebagai cumi-cumi,
merupakan makanan yang digemari khalayak banyak. Terutama di Tanjungpinang,
karena makanan laut atau seafood di
daerah Kepulauan Riau adalah segar / fresh.
Mengapa “Sotong Kriuk” berpotensi untuk dikembangkan
menjadi sebuah usaha?
1.Unik: Bentuknya
yang sama persis dengan sotong, menunjukkan keunikannya.
2.Lezat: Rasanya
unik, asin yang pas ditambah penyedap rasa yang enak membuat ketagihan,
ditambah juga madu yang berperan sebagai saos menambahkan rasa manis untuk
konsumen.
3.Bahan baku mudah
didapat: Tanjungpinang merupakan daerah dengan penghasilan terbesarnya
adalah perikanan, sehingga tidak perlu ke tengah laut karena dari tepian sudah
dapat, tidak perlu naik kapal ke tengah laut.
4.Kandungan gizi
tinggi: cumi-cumi mengandung protein, mineral, dan macam-macam vitamin.
5.Khasiat madu
yang bagus: untuk sumber energi, seefektif glukosa, penyembuh luka, sebagai
antibiotik, membunuh kuman, terapi, mengobati borok, antioksidan, dan awet
muda.
Maka
dari hal itu, saya yakin produk “Sotong Kriuk” layak dikembangkan
dan akan menjadi produk yang sukses dipasarkan.
2. Visi dan
Misi
A. Visi
Mengenalkan produk lokal kepada masyarakat lokal dan
non-lokal dan memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang berkualitas.
B. Misi
3. TUJUAN
a. Tujuan
penulisan proposal
1. Sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional
2. Sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa
b. Tujuan
pengembangan usaha
1. Mendapatkan laba
2. Menyajikan makanan khas Tanjungpinang
3. Untuk mengembangkan usaha “Sotong Kriuk”
4. PROSES
PRODUKSI
A. Alat
B. Bahan
C. Proses
Produksi
5. PEMASARAN
PRODUK
A. Konsep
Produk
-
Sebagai sumber energi : Para olahragawan selalu
mengkonsumsi madu untuk menambah kesehatan dan menjaga vitalitas serta agar
tetap dalam kondisi puncak.
-
Sebagai penyembuh luka : Untuk mengobati hidung tersumbat,
selain itu dapat juga sebagai salep untuk mengobati luka bakar dan luka akibat
tusukan benda tajam.
-
Sebagai pembunuh kuman : Madu mengandung zat antibiotik
yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab penyakit infeksi.
-
Madu untuk awet muda : Ibu suri kerajaan Inggris dan Ratu
Elizabeth berumur panjang dan sehat berkat menkonsumsi madu setiap pagi sebagai
sarapan.
B. Konsep Target Pasar
Suatu usaha akan berjalan lancar
jika telah mengenal target pasarnya baik itu usaha besar, menengah, maupun
kecil. Target pasar yang dituju:
-
Turis
mancanegara
Tanjungpinang terletak didaerah
geografik, dekat Malaysia dan Singapura. Sehingga banyak turis yang berkunjung
ke Tanjungpinang. Turis selalu ingin membeli sesuatu yang unik dan khas dari
tempat kunjungannya sehingga saya yakin bahwa mereka akan melirik produk saya.
-
High class
worker / pekerja kantoran
Setelah bekerja seharian, setiap orang pasti lelah. Mereka
pasti ingin memanjakan diri mereka, dan lebih membeli produk yang mengutamakan
kualitas dan rasa. Produk saya adalah produk yang mengutamakan kualitas, jadi
saya yakin bahwa produk saya akan menarik dan dibeli.
C. Konsep Tempat / Lokasi
Suatu lokasi atau tempat penjualan
juga akan berpengaruh terhadap lancar tidaknya suatu usaha. Jika tempatnya
sepi, otomatis sedikit yang mengenal dan mengetahui produk tersebut. Lokasi
yang tepat adalah lokasi dimana terdapat banyak target pasarnya. Tempat jualan
saya adalah:
-
Lagoi
Saya memilih
Lagoi karena Lagoi merupakan tempat wisata yang paling sering dikunjungi turis,
setiap hari pasti terdapat banyak turis-turis di Lagoi.
-
Restoran
Setelah saya
analisis, ternyata mayoritas pekerja kantoran sering mengadakan meeting dengan
klien di tempat-tempat makan karena dipercaya akan sukses karena suasana
meeting yang lebih santai. Restoran juga sering dikunjungi turis-turis baik
dalam bentuk kelompok maupun tidak. Selain itu, tempatnya juga memungkinkan
untuk menjual dengan harga yang cukup tinggi karena lokasi yang mendukung.
D. Konsep Merk
Memilih nama merk produk tentu harus
dipertimbangkan dengan jenis produk dan apakah konsumen dengan mudah mengingat
dan tertarik untuk mecoba produk tersebut, bila mendengar nama merk dari produk
itu.
Merk yang saya pilih adalah SOTONG KRIUK, karena bahan utama saya
merupakan sotong dan digoreng renyah sehingga saat digigit akan bersuara
‘KRIUK’ , selain itu namanya unik dan lucu sama halnya dengan bentuk produk
saya.
E. Konsep Promosi
Suatu kegiatan dari pelaku pemasaran
/ kegiatan dalam memasarkan yang dilakukan dengan cara memperkenalkan barang
kepada orang-orang dan bertujuan untuk meningkatkan penjualan. Promosi yang
saya pilih:
-
Personal selling
Promosi ini dilakukan dengan cara
langsung menawarkan kepada turis-turis di Lagoi (saat mengantar titipan) dan
memberi harga lebih murah / spesial agar terkesan eksklusif sehingga orang akan
lebih tertarik untuk membeli dari saya.
-
Pembagian brosur
Selain melakukan personal selling, saya juga akan membagi
brosur kepada pekerja-pekerja dan turis, di sekitar perkantoran dan di tempat
wisata selain itu saya juga akan menitipkan di restoran-restoran dan Lagoi
sehingga produk saya cepat dikenal karena produk saya masih baru di kalangan masyarakat.
F. Konsep Distribusi Penjualan
Pekerjaan penting yang harus dilakukan dalam suatu usaha setelah produk dihasilkan
adalah menyebarkannya atau menjual. Kegiatan menyerahkan dari tangan produsen
ke konsumen disebut distribusi. Cara yang saya pilih:
-
Lagoi dan
Restoran
Saya akan membuat surat perjanjian
kerjasama dengan toko oleh – oleh di Lagoi & restaurant, untuk menitipkan
barang saya di tempat mereka.
-
Delivery
Saya juga akan menerima pemesanan
melalui telepon, facebook, e-mail, dan media komunikasi lainnya, tetapi dalam jumlah
lebih dari 10 item. Pengiriman pesanan akan saya lakukan baik saya antar
sendiri untuk dalam kota maupun dengan pos untuk luar kota.
G. Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan rekan kerja
yang membantu dalam pembuatan produk. Tenaga kerja yang saya butuhkan adalah 2
orang yang mempunyai skill dan berkepribadian baik yang dapat membantu
penjualan saya dalam pembuatan produk, pembuatan brosur, kreativitas, maupun
dalam pengiriman.
H. Pemilihan Metode
Biaya
PT Krenyes memilih satu cara metode
I.
Metode proses
Cara Pembuatan
keripik sukun:
1. Sotong dicuci
hingga bersih
2. potong sesuai
dengan ukuran bisa bentuk bulat maupun setengah lingkaran
3. Cuci irisan
buah sukun hingga bersih
4. Bumbu: garam,
mentega, tepung,. Ditambahkan air sebanyak 1 Liter atau sesuai kebutuhan
5. Rendam sotong
tadi kedalam bumbu hingga bumbu meresap
7. Goreng sotong
tadi kedalam minyak panas hingga warna kuning kecoklatan. Minyak harus
benar-benar panas supaya hasil bisa garing dan renyah, dan dalam penggorengan diusahakan sotong terendam dalam minyak, jadi penggunaan minyak
juga harus banyak.
8. Angkat dan
tiriskan hingga sotong kriyuk benar-benar dingin. Siap dikemas dalam plastik.
BAB II
PEMBAHASAN BIAYA
A. ANGGARAN BIAYA
a)
Penetapan Harga
|
Rp 36.000,00
Rp 5.400,00
Rp 3.600,00
Rp 3.600,00
Rp 48.600,00
Rp 14.580,00
Rp 63.180,00
Rp 65.000,00
|
Bahan baku utama
/ Main Ingredient Cost (MIC)
Upah tenaga
kerja / wages (15% dari MIC)
Kemasan / packaging (10% dari MIC)
Total MIC
Nilai Jual untuk 1 item produk =
b)
Biaya Investasi
Total
biaya investasi Rp 14.380.000,00
c)
Biaya
Operasional
Total
biaya operasional Rp 5.080.000,00
d)
Bahan
e)
Penerimaan
Penerimaan =
Jumlah perkiraan produk terjual per hari x Harga x 30 hari
= 10 x Rp
65.000,00 x 30 hari
= Rp 19.500.000,00
f)
Laba Bersih
Laba bersih =
Penerimaan – Biaya operasional
= Rp
19.500.000,00 – Rp 5.080.000,00
= Rp 14.420.000,00
F. Pay Back Period (Perkiraan Balik Modal)
Pay Back Period =
=
= 30 hari n b
g)
METODE HARGA PROSES
Perusahaan
Krenyes mengolahsecara massal melalui dua departemen produksi. Biaya yang
dikeluarkan selama bulan Januari
|
|
DEPT. A
|
DEPT. B
|
|
Dimasukkan dalam
Proses
|
25. Kg
|
|
|
Produk selesai
Transfer ke Dept. B
|
20. Kg
|
|
|
Produk selesaidi
transfer ke Market
|
|
13. kg
|
|
Produk dalam proses
akhir
|
5 kg
|
7. kg
|
|
Biaya yang
dikeluarkan JAN
|
|
|
|
BBB
|
36.000,00
|
0
|
|
BTK
|
9.400,00
|
15.000,00
|
|
BOP
|
5.080.000,00
|
5.200.000,00
|
|
Tingkat
Penyelesaian PDP akhir
|
|
|
|
BBB
|
100%
|
|
|
Biaya Konversi
|
15%
|
50%
|
Perhitungan unit
Ekuivalen
Unit Produk
selesai + (Unit dalam proses x % Penyelesaian)
Dep. A
BBB = 20 + ( 5 x 100 % ) =
25
BTK = 20 + ( 5 x 15 % ) =
20,75 / 21
BOP = 20 + ( 5 x 15 % ) =
20,75 / 21
Dep. B
BTK = 13 + ( 7 x 50 % ) =
16,5
BOP = 13 + ( 7 x 50 % ) =
16,5
PT KRENYES
Laporan Biaya
Produksi Dept. A Bulan Januari
Data Produksi
Dimasukkan dalam proses 25
kg
Produk jadi transfer ke Dept. B 20 kg
Jumlah Produk yang dihasilkan 25 kg
|
Biaya yang di
Bebankan di Dept. A bulan januari
|
|||
|
BI PRODUKSI
|
TOTAL BIAYA
|
UNIT EKUIVALEN
|
HP/UNIT
|
|
BBB
|
36.000
|
25
|
1440
|
|
BTK
|
9.400
|
20,75
|
453
|
|
BOP
|
5.080.000
|
20,75
|
248.819
|
|
Jumlah
|
5.125.000,00
|
|
250.712
|
Perhitungan Biaya
HP Produk jadi
yang di transfer ke Dept. B
13 kg x Rp. 250.712 =
3.259.256
HP Produk dalam
Proses akhir
BBB ( 100 % x 5
x Rp. 1440 ) = Rp. 720.000
BTK ( 15 % x 5 x
Rp. 453 ) = Rp. 33.975
BOP ( 15 % x 5 x
Rp. 248.712 ) = Rp.
18.653.400
Jumlah niaya
Produksi Dept. A Januari =
22.666.631
PT KRENYES
LAPORAN BIAYA
PRODUKSI DEPT. B BULAN JANUARI
Data Produksi
Diterima dari
dept. A 20
kg
Produk jadi
ditransfer ke market 13 kg
Jumlah Produk
yang dihasilkan 20
kg
Biaya Komulatif
yang dibebankan di Dept. B bulan Januari
|
BI PRODUKSI
|
TOTAL BIAYA
|
UNIT EKUIVALEN
|
HP/UNIT
|
|
HP Dari dept. A
|
3.259.256
|
20
|
169..963
|
|
biaya yang di
bebankan dept. B
|
|
|
|
|
BTK
|
15.000,00
|
21
|
714
|
|
BOP
|
5.200.000,00
|
21
|
247.619
|
|
Jumlah tambahan
|
5.215.000,00
|
|
248.333
|
|
Total biaya
Komulatif Dept. B
|
8.474.256
|
|
418.296
|
Perhitungan biaya yang di transfer ke Dept. B
13 kg x Rp.
418.296 Rp. 5.437.848
HP produk dalam proses akhir
HP. Dari Dept. A (7 x 250.712) 1.754.984
Biaya tambahan dari Dept. B
BTK (50%
x 7 x 714 ) 249.900
Rp.
92.354.398
JURNAL DI DEPT.
A
1.
Pencatatan pemakaian Bahan Baku
BDP-BBB Dept. A 36.000,00
Persediaan Bahan Baku 36.000,00
2.
Pencatatan
BTK
BDP-BTK Dept. A 9.400,00
Gaji dan Upah 9.400,00
3.
Pencatatan BOP
BDP-BOP Dept. A 5.080.000,00
Berbagai Rek yang di Kredit 5.080.000,00
4.
Mencatat Produk selesai di transfer ke Dept B
BDP-BBB Dept. B
BDP-BBB Dept. A
BDP-BTK Dept. A
BDP-BOP Dept. A
5.
Mencatat Barang Dalam Proses Akhir
Persed. PDP
Akhir Dept. A
BDP-BBB
Dept. A
BDP-BTK Dept. A
BDP-BOP Dept. A
JURNAL DI Dept.
B
1.
Mencatat Penerimaan Produk dari Dept.
A
BDP-BBB Dept. B
BDP-BBB Dept. A
BDP-BTK Dept. A
BDP-BOP Dept. A
2.
Pencatat BTK
BOP-BTK Dept. B
Gaji dan Upah
3.
Pencatatan BOP
BDP-BOP
Berbagai rek yang dikredit
4.
Mencatat Produk selesai di transfer ke gudang
Persediaan
Produk jadi
BDP-BBB
Dept. B
BDP-BTK Dept. B
BDP-BOP Dept. B
5.
Mencatat Barang Dalam Proses Akhir
BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Dari proposal ini, dapat disimpulkan
bahwa:
1. “Sotong Kriuk” merupakan produk baru di
kalangan masyarakat, maka akan menarik keinginan konsumen untuk membeli.
2. Usaha “Sotong Kriuk” layak dikembangkan.
3. Usaha makanan
berpeluang untung yang besar.
b. Saran
Dari proposal ini, dapat disampaikan
beberapa saran sebagai berikut:
1. Setiap usaha
pasti ada resikonya, tetapi setiap resiko pasti ada solusinya.
2. Kualitas
adalah hal terpenting dalam membuka usaha, tetapi tanpa pelayanan yang baik,
sebaik apapun produknya akan terlihat buruk. Maka dalam membuka usaha, kualitas
produk dan pelayanan yang baik harus ada.
DAFTAR PUSTAKA
alissashoppantura.blogspot.comb
www.majalah.com/?classified:menjual-telur-sotong